Iklan Toko

Memahami Penayangan Iklan yang Tidak Wajar (Over-delivery) dan Praktik Terbaik untuk Optimasi Iklan

Untuk mendukung ekosistem dan performa iklan yang optima, Shopee memperketat pemantauan secara real-time terhadap aktivitas iklan yang tidak wajar.


Perubahan yang terlalu sering atau tidak tepat pada pengaturan iklan tidak hanya dapat mengganggu proses pembelajaran sistem (learning phase), tetapi juga berpotensi memicu resiko pembatasan akun.


Apa itu Operasi Risiko Penayangan Iklan yang Tidak Wajar (Over-delivery)?

“Operasi Risiko Penayangan Iklan yang Tidak Wajar (Over-delivery)” adalah tindakan yang bertujuan untuk memperoleh traffic tambahan melalui cara yang tidak wajar, tanpa membayar atau dengan membayar biaya iklan lebih rendah dari seharusnya. Meskipun dalam jangka pendek terlihat menguntungkan, praktik ini dapat berdampak negatif pada kualitas performa toko dalam jangka panjang.

Beberapa contoh aktivitas berisiko meliputi, namun tidak terbatas pada:

  1. Frekuensi Aktif/Nonaktif yang Tidak Wajar: Mengaktifkan dan menonaktifkan iklan dengan frekuensi yang sangat tinggi dan tidak sesuai dengan logika bisnis.
  2. Fluktuasi Modal yang Tidak Rasional: Melakukan perubahan besar dan berulang pada modal harian dalam waktu singkat.
  3. Perubahan Produk Iklan Terlalu Sering: Mengganti atau mengubah produk yang diiklankan secara cepat dan berulang, sehingga jalur penayangan iklan menjadi tidak stabil.
  4. Upaya Menghindari Sistem Penagihan: Mencoba melewati proses penagihan biaya iklan yang normal melalui metode tertentu, sehingga menyebabkan biaya yang dikenakan menjadi tidak wajar.


Dampak dari Aktivitas yang Tidak Sesuai Kebijakan

Sistem Iklan Shopee dirancang untuk mendeteksi aktivitas yang tidak wajar dengan tingkat akurasi yang tinggi. Apabila sistem mengidentifikasi adanya aktivitas yang mengarah pada penghindaran biaya iklan atau pemanfaatan celah sistem, platform dapat melakukan penyesuaian sesuai dengan tingkat pelanggaran yang teridentifikasi, seperti:

  1. Pembatasan Traffic: Sistem akan menurunkan peringkat bidding akun yang melanggar, sehingga peluang iklan untuk tampil menjadi terbatas meskipun menggunakan bid yang tinggi.
  2. Pembatasan Akun: Untuk pelanggaran yang berat atau berulang, platform dapat menonaktifkan fitur iklan secara sementara maupun permanen, serta berpotensi melakukan pembekuan pada toko terkait.
  3. Penagihan Biaya: Platform berhak melakukan pemotongan biaya iklan yang belum dibayarkan melalui Saldo Penjual.


Praktik Terbaik untuk Optimasi Iklan

Pencapaian ROAS yang optimal menjadi salah satu tujuan utama dalam beriklan. Namun, proses optimasi yang baik perlu mengikuti cara kerja algoritma:

  1. Berikan Waktu bagi Sistem untuk Belajar: Disarankan untuk memantau performa iklan selama minimal 3–7 hari setelah melakukan perubahan. Perubahan yang terlalu sering dapat menyebabkan sistem terus mengulang fase pembelajaran (learning phase), sehingga berpotensi menurunkan performa konversi.
  2. Lakukan Penyesuaian Secara Bertahap: Dalam mengatur modal harian maupun bid, setiap perubahan disarankan dilakukan secara bertahap (maksimal sekitar 10-20%) untuk menghindari terdeteksi sebagai fluktuasi yang tidak wajar oleh sistem.
  3. Pastikan Saldo Iklan Mencukupi: Pastikan saldo iklan selalu mencukupi untuk menghindari gangguan akibat keterlambatan pembayaran. Hal ini penting karena dapat mempengaruhi akumulasi performa serta peringkat iklan produk dalam sistem.


Apakah halaman ini membantu?

yes Ya
no Tidak
Konten

Apa itu Operasi Risiko Penayangan Iklan yang Tidak Wajar (Over-delivery)?

Dampak dari Aktivitas yang Tidak Sesuai Kebijakan